Saturday, November 24, 2018

Jejak Harmonisasi


Berbicara tentang perjalanan berarti berbicara tentang langkah dan tujuan. Dan ketika di perhadapkan akan hakikat dalam sebuah perjalanan, mungkin apa yang telah di lewati akan amat sulit mengorek esensi di setiap medannya. Langkah-langkah yang sarat akan makna adalah sebuah perjalanan yang dibarengi dengan cinta. Cinta yang dimaksudkan adalah bentuk penghambaan kepada Sang Maha Cinta.

Lewat tulisan ini, aku coba mengklarifikasi tentang substansi cinta dalam melukis jejak. Seseorang mungkin saja hidup tanpa ada cinta dalam geraknya, mungkin saja dia bahagia tanpa ada cinta di sela-selanya. Namun, tanpa cinta hidup bukanlah apa-apa dan hidup hanya akan sekedar hidup. Cinta bukan soal pertarungan rasa bukan pula dialektika hati. Melainkan cinta adalah harmonisasi antara makhluk dengan Tuhannya dan antara makhluk dengan sesamanya. 

Perjalanan bukan semata melangkahkan kaki kanan dan kiri lalu kemudian tergores sebuah jejak. Berbeda dengan El dalam buku Pejalan Anarki yang mengatakan bahwa berpetualang harus ada tiga hal yang diikutsertakan yaitu buku, kopi, dan cinta. Maka aku menambahnya satu yaitu antusiasme. Antusiasme yang kerap kali harus di bendung sebelum berpijak di bumi ini. Olehnya gairah melalui arah pergerakan otak dan daya pikir nalar membantu jalannya kerja sistem otot untuk menciptakan jejak jejak yang tiada putusnya. 


Langkah dan cinta adalah kesatuan yang kompleks dalam pembentukan jati diri. Memulai hal baru dengan keluar dari batas zona nyaman, menghitung tapak kaki yang tercipta olehnya dan murni di tengah lenggak lenggok menelusuri arah dan pikiran dengan tujuan yang pasti akan hadir sebuah cinta.

No comments:

Post a Comment

Tuhan, Bebaskan !!!

Sebuah puisi untuk surgaku yang fana Hati anak mana yang tak teriris ketika menjadi saksi bahwa tubuh Sang Ibu digerogoti penyakit ganas Mer...