Thursday, May 19, 2022

Tuhan, Bebaskan !!!

Sebuah puisi untuk surgaku yang fana

Hati anak mana yang tak teriris ketika menjadi saksi bahwa tubuh Sang Ibu digerogoti penyakit ganas

Merintih dan menjerit saat kerap kali dipasung rasa sakit 

Ingin kiranya menggantikan posisi Ibu dalam waktu sekejap

Patut ku congkel saja bola mata dan telingaku

Ketimbang menyaksikan kerut wajah, suara gaungan tak kuasa menahan perih disekujur tubuh

Kadangkala Ibu menangis sesenggukan

Dalam diam kubalas tangisan Ibu dengan iringan doa panjang umur untuknya

Diatas meja kerja Bapak tersusun rapi aneka obat-obatan yang menjadi langganan Ibu setiap hari

Tubuh Ibu sangat bergantung pada satu pil saja

Rasanya waktu agar lambat berjalan

Akan ku gendong Ibu menuju destinasi yang ia ingini

Ku antar Ibu ke warung makan yang sering ditunjuk-tunjuk diperjalanan

Ku bopong Ibu ke salon mewah agar ia selalu tampak cantik

Sekali lagi ku putar waktu dan semua mimpi buruk Ibu tak pernah senyata sekarang

No comments:

Post a Comment

Tuhan, Bebaskan !!!

Sebuah puisi untuk surgaku yang fana Hati anak mana yang tak teriris ketika menjadi saksi bahwa tubuh Sang Ibu digerogoti penyakit ganas Mer...