Thursday, July 30, 2020

Setelah Tidak Denganmu

Puisi dariku yang tak pernah benar-benar jauh melangkah

Setelah tidak denganmu
Aku menjadi bukan aku
Bayangan dalam cermin itu
Matanya, perangainya, mereka bukan aku
Aku menjadi asing dengan diriku sendiri
Aku benci menjadi aku

Setelah tidak denganmu
Aku tak lagi menghamba pada ketakutan
Ketakutan yang menjinak dan akhirnya benar-benar ku takuti
Ya, Kedatangan yang tak ku duga 
Sama dengan kepergian tiba-tiba
Tahu kah engkau ?

Setelah tidak denganmu
Aku diselimuti pikiran yang semrawut
Kalang-kabut segala kerinduanku
Kerinduan berbuah pahit, tanpa temu
Aku…
Tak henti bercermin, selalu
Lagi dan lagi, yang nampak bukanlah aku

Setelah tidak denganmu
Lelap lebih awal menjadi santapan gelapku
Melawan gelisah seperti malam-malam biasanya
Lagi dan lagi, aku benci menjadi aku

No comments:

Post a Comment

Tuhan, Bebaskan !!!

Sebuah puisi untuk surgaku yang fana Hati anak mana yang tak teriris ketika menjadi saksi bahwa tubuh Sang Ibu digerogoti penyakit ganas Mer...