Pentingnya merawat yang tumbuh dan menghargai yang ada.
Konsep yang digariskan Tuhan tentang kebahagiaan untuk setiap hamba-Nya sudah terbagi secara merata. Hanya kadangkala kita kurang memaknai arti bahagia itu sendiri.
Kita terlalu mengingini sesuatu yang baru padahal kita sudah mendapatkannya. Kita tak pernah merasa cukup atas kehidupan dan seolah terobsesi dengan banyak hal yang akhirnya membuat kita serakah.
Hingga pada akhirnya, kehilangan membuat kita sadar betapa pentingnya menjaga yang sudah hilang. Betapa kita kalah dengan ego, bersifat gegabah dan menyimpulkan segala sesuatu tanpa berpikir.
Kita terperangkap dalam banyak keindahan lain yang lebih menarik, hingga tanpa pamrih kita menghempaskan keindahan yang telah melekat dalam diri. Jika perspektif kita hanya melihat keindahan, maka akan selalu ada yang lebih elok dari sebelumnya.
Begitu jatuh pada pilihan yang salah, barulah kita menyandarkan diri. Ingin kembali ke tempat semula, namun banyak yang koyak akibat keegoisan. Hingga suatu saat tidak akan ada yang mampu menerima kita selain diri kita sendiri.
Setidaknya berpikir untuk diri sendiri, apa yang kita temukan setelah kita bertindak. Seyogyanya, itu adalah jawaban dari bagaimana kita memperlakukan orang lain.
No comments:
Post a Comment