Thursday, May 5, 2022

Meniadakan Ada

Andai saya tahu dari awal saya tidak ingin melangkah sejauh ini. 
Saya sadar tindakan saya sudah melampaui ambang batas. 
Maafkan saya Pak, Bu. 

Saya teramat takut kehilangan cinta hingga mengkhianati Tuhan Sang Pemilik Cinta yang sesungguhnya. 

Jika takdir saya bukan cinta itu, maka jangan lagi pertemukan saya dengan cinta-cinta yang lainnya. 
Semua cinta manusia adalah dusta, cinta sejati hanya orang tua dan Sang Maha Pengasih.
Terimakasih sudah bangkit sejuta kali dari patah seribu kali 

No comments:

Post a Comment

Tuhan, Bebaskan !!!

Sebuah puisi untuk surgaku yang fana Hati anak mana yang tak teriris ketika menjadi saksi bahwa tubuh Sang Ibu digerogoti penyakit ganas Mer...