Wednesday, May 18, 2022

Sejak Itu Kau Ku Sebut Senja

 

Puisi edisi jingga sepuluh Juni

Hangat, damai, singkat, selalu kurindukan

Senja tak selalu merah

Kadang ia kelabu

Mungkin saat itu, senja sedang bersedih

Ya, senjaku pun begitu

Ia pandai bersembunyi disetiap ringkihnya


Senjaku…

Apa kabarmu hari ini ?

Apa warnamu merah atau kelabu ?

Aku harap tak ada mendung yang mengganggumu

Semoga kau tetap merah hingga esok, pun seterusnya


Kau tahu senjaku ?

Aku selalu ingin tahu tentangmu

Mencarimu disetiap sudut mediaku

Kaupun tahu itu bukan ?


Senja sayangku…

Aku tahu maksudmu melangkah jauh

Sebab dipelukku kau tersiksa

Inginku harus menjadi inginmu

Namun..

Tak ada yang benar-benar hilang

Aku, pun kau

Kita akan kembali walau dalam bentuk ingatan


Teranglah senjaku

Yang menantimu bukan hanya aku

Hangatilah mereka

Yang memotretmu dari jauh


Aku merindukanmu..

No comments:

Post a Comment

Tuhan, Bebaskan !!!

Sebuah puisi untuk surgaku yang fana Hati anak mana yang tak teriris ketika menjadi saksi bahwa tubuh Sang Ibu digerogoti penyakit ganas Mer...